Monthly Archives: August 2015

Direct Release: Study Baru: Konsumen Indonesia yang Melek Teknologi Mendorong Inovasi dalam Layanan Konsumen

By Jagat Review

IMG_20150827_135427

· Studi gabungan Avaya / BT menunjukkan komunikasi pada banyak channel adalah kunci untuk memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia, di mana mobile menduduki tempat teratas sebagai channel yang penting.

· Sebanyak 58 persen temuan menyatakan bahwa berhadapan dengan persoalan layanan konsumen itu melelahkan; 79 persen mengungkapkan tertarik untuk membeli pada perusahaan yang membuat layanan konsumen lebih mudah.

· Video kini menjadi daya tarik tersendiri saat dijadikan channel layanan konsumen, sebanyak 75 persen konsumen ingin berkomunikasi dengan brand melalui video chat.

Jakarta, 31 Agustus 2015 – Avaya, pemimpin global penyedia solusi yang menghubungkan konsumen dan tim, hari ini mengumumkan temuan yang spesifik untuk Indonesia dari laporan global teranyar: ‘Autonomous Customer 2015: On Hold for Intelligent Customer Service’, yang digarap bersama perusahaan layanan komunikasi terdepan, BT. Riset ini mengungkapkan bahwa konsumen di Indonesia telah mendorong perusahaan untuk tak ketinggalan trend teknologi komunikasi.

Endang Rachmawati, Country Director, Avaya Indonesia

Komunikasi multi-channel adalah kunci untuk terhubung dengan konsumen Indonesia yang makin cerdas

Menurut studi BT / Avaya, strategi kontak pada banyak channel kini sudah diinginkan di Indonesia, dengan 86 responden mengindikasikan bahwa perusahaan harus bisa menawarkan channel yang berbeda-beda untuk memenuhi kebutuhan konsumen, dan dua dari tiga responden menginginkan seorang agen mudah akrab dengan riwayat kontak terdahulu, terkait dengan channel yang mereka gunakan. Mobile menjadi yang teratas, yang diinginkan dalam hubungan layanan konsumen (88 persen). Indonesia kini menjadi pasar mobile terbesar di ASEAN, bisnis di Indonesia harus memastikan bahwa integrasi mobile di seluruh platform, 83 persen konsumen menginginkan ada nomor telepon pada halaman web perusahaan.

Konsumen berekspektasi bahwa brand harus mampu menciptakan relasi tanpa harus ketemu langsung. Ekspektasi ini kemudian digarisbawahi dengan temuan laporan yang mengungkapkan bahwa hanya satu dari enam responden yang secara reguler mengalami resolusi kontak pertama di layanan konsumen dan 66 persen konsumen merasa mereka tahu lebih banyak tentang produk atau permasalahannya ketimbang agen.

Sebanyak 71 persen konsumen mendapati pengulangan detail laporan pada panggilan yang sama dirasakan mengganggu. Mereka menginginkan penguasaan teknologi yang tinggi levelnya serta kemudahan, dan 80 persen ingin biometrik suara untuk identifikasi dan verifikasi ketika berinteraksi dengan perusahaan.

Memanfaatkan peluang sosial media dan daya tarik video-chat

Peluang di Indonesia untuk berelasi dan berjualan via sosial media sangat besar dengan 72 juta orang yang aktif di platform itu. Studi gabungan BT / Avaya menunjukkan bahwa 81 persen konsumen di Indonesia menginginkan penjualan dan layanan melalui platform seperti Facebook dan 74 persen ingin ada opsi memindahkan percakapan dari sosial media ke panggilan telepon. Tak hanya menginginkan relasi di lintas channel yang berbeda, konsumen juga ingin bisa bergerak dari satu channel ke channel lain dengan mulus saat itu dirasakan cocok oleh mereka.

Saat video menjadi bagian reguler dalam kehidupan sehari-hari di seluruh dunia, ada pertumbuhan minat pada video-chat di layanan konsumen dan kegiatan, yang sangat tinggi di Asia Pasifik. Sebanyak 75 persen konsumen Indonesia mengindikasikan bahwa mereka ingin memakai video chat untuk berkomunikasi dengan perusahaan. Lebih dari optimisme dalam adopsinya, dengan satu dari dua konsumen (53 persen) mengindikasikan bahwa video chat memainkan peran penting dalam meningkatkan hubungan brand-konsumen, ini kemudian menggarisbawahi peluang untuk mengikat konsumen secara lebih efektif dengan video.

Memanfaatkan peluang e-commerce

Walaupun konsumen Indonesia kurang suka mencari produk secara online, 79 persen pembelian terjadi pada perusahaan yang memungkinkan proses pembelian secara lebih mudah dan 80 persen mengindikasikan akan membeli atau membeli lebih banyak apabila agen konsumen memberikan masukan yang lebih baik — angka ini merupakan proporsi tertinggi secara global. Potensi penjualan bagi bisnis di Indonesia begitu besar dengan 70 persen, juga yang tertinggi secara global, mengindikasikan bahwa mereka akan membeli lebih melalui ponsel jika pembayarannya aman. Pada saat pasar e-commerce Indonesia naik tiga kali lipat dari US$ 8 miliar pada 2014 menjadi US$ 25 miliar pada 2016, temuan ini mengungkapkan suatu kebutuhan yang penting bagi perusahaan untuk mencari teknologi yang memungkinkan konversi dari keterlibatan konsumen menjadi penjualan.

Bisnis di Indonesia punya peluang besar untuk mendorong layanan yang lebih baik dengan konsumennya

Ada bukti kuat tentang hasrat di antara konsumen mengenai pendekatan banyak channel yang terintegrasi di layanan konsumen, dan bisnis di Indonesia harus punya kapabilitas yang benar untuk berkolaborasi lintas platform dan agen menyajikan kualitas layanan yang mulus di platform manapun yang dipilih mereka. Ketika pengadopsian channel layanan yang lebih baru seperti sosial media dan video terus meningkat, kehadiran solusi teknologi yang membantu mengelola dan menciptakan agen yang mampu berhubungan secara lebih baik dengan konsumen, menjadi sangat penting.

Studi ini, yang digelar oleh BT dan Avaya, melibatkan 5.500 orang di 10 negara dan menyingkapkan sikap ‘Autonomous Customers’. Konsep ‘Autonomous Customers’ mengacu pada konsumen yang melakukan banyak riset online dan investigasi sebelum mengambil keputusan untuk membeli, dan lebih memilih berinteraksi dengan perusahaan dengan cara mereka sendiri.

Kutipan

“Konsumen menginginkan fleksibilitas untuk terhubung memakai mode atau medium apapun yang terbaik bagi mereka kapan saja, tetapi mereka menginginkan pengalaman yang lengkap, efisien, dan konsisten, meski mereka berpindah dari satu channel ke lainnya. Menghantarkan tingkat keterlibatan yang lebih baik kepada konsumen akan memastikan pebisnis Indonesia dapat memanfaatkan secara sangat efektif booming e-commerce yang terprediksi di negeri ini.”

Richard Spence, Managing Director, ASEAN, Avaya

“Ekspektasi konsumen di Indonesia adalah lebih tinggi dan lebih cerdas ketimbang sebelumnya. Mereka menginginkan kesederhanaan, kemudahan penggunaan, dan tak perlu bersusah payah dalam mencari pemecahan masalahnya. Untuk memenuhi ekspektasi ini, perusahaan perlu memastikan integrasi pada seluruh poin kontak konsumen dengan tujuan mengantarkan pengalaman yang mulus dan intuitif.”

Dr Nicola Millard, Head of Customer Insight and Futures, BT Global Services

Read more here:: jagatreview

Direct Release: Mengintip Kecanggihan USB Flash Drive Super-mini Apacer AH157 dan AH116

By Jagat Review

AH157 and AH116(1)

Apacer – raksasa manufaktur terkenal di dunia untuk produk USB dan Memori, USB flash drive dari Apacer selalu menjadi pemimpin di pasar dengan desain produknya yang bergaya dan profesional. Mari kita melihat lebih dekat USB flash drive super mini dari Apacer – USB3.0 AH157 dan USB2.0 AH116.

Kedua produk ini berukuran kantong dan merupakan drive yang sangat ringkas, sehingga merupakan solusi penyimpanan lengkap untuk semua file digital Anda. Sederhana, Moderen dan Bergaya. Seperti semua USB flash drive super mini, keduanya dilengkapi dengan Teknologi COB dengan tampilan gabus kecil lengkap dengan sudut busurnya yang nyaman, memberikan kesan bulat dan ornament bebatuan, rasanya seperti menambahkan kehangatan humanistic untuk sebuah produk teknologi tinggi.

AH157 and AH116(2)

USB flash drive super mini ini tahan debu, tahan air dan tahan guncangan, juga memiliki mekanisme desain “sliding off” untuk memastikan pengalaman menggunakan yang lancar tanpa hambatan. USB3.0 AH157 memiliki warna tutup biru gelap transparan, dan USB2.0 AH116 memiliki warna tutup putih terang.

AH157 and AH116(4)

Dengan adanya desain lubang tali, penggunanya dapat melekatkan tali ke USB flash drive ini, jika Anda memiliki tali dodoro kecil dapat diselipkan pada produk ini untuk menambah tampilan imutnya, ukuran flash drive ini hanya 2,5 x 1,7cm.

Inilah tampilan flash drive lucu dengan tambahan ornament siap untuk di colokkan ke notebook:

AH157 and AH116(5)

AH157 and AH116(6)

Seperti semua produk Apacer, paketnya dirancang sangat baik, berikut adalah tampilan belakang paket yang dilengkapi dengan 18 bahasa dan Apacer juga memberikan gratis software ACE untuk di unduh – Apacer compression Explorer (ACE) merupakan software aplikasi yang memberikan kompresi file, dekompresi dan perlindungan kata kunci, menggunakannya dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan flash drive, drag dan drop file dengan mudah, serta dapat menyajikan pengaturan direktori.

http://ace.apacer.com/index.asp

AH157 and AH116(7)

Fitur & Spesifikasi AH157:

Ringkas dan Menawan untuk Tampilan yang Elegan
AH157 memiliki fitur seukuran koin yaitu 2,5 x 1,7cm dan memiliki berat portable hanya 3,6g. Produk ini memiliki tampilan gabus kecil dengan sudut busur yang nyaman, memberikan kesan bulat dan ornament bebatuan sebagai tambahan kehangatan hunistik untuk produk berteknologi canggih.

AH157 and AH116(8)

Tahan Debu, Tahan Air, Tahan Guncangan dan Kuat
USB flash drive super mini AH157 dibangun dengan teknologi canggih COB (Chip on Board) untuk memungkinkan tahan debu, tahan air, serta fungsi tahan guncangan. Bentuknya yang kecil memberikan perlindungan luar biasa solid dengan desain “sliding off”.

AH157 and AH116(9)

Transmisi Kecepatan Tinggi dan Kapasitas Sangat Besar
AH157 memiliki interface USB3.0 dengan kapasitas maksimum 64GB, memungkinkannya untuk membawa 16.000 lagu MP3 atau 21.000 gambar. Dengan software kompresi ekslusif gratis ACE, AH116 dapat meningkatkan kapasitas hingga 500%, lebih dari cukup untuk memori penyimpanan!

Skema Warna Biru, Merah
Interface USB Super-speed USB 3.0;
Kompatibel juga dengan USB 2.0
Power Supply USB bus powered, Tidak membutuhkan daya eksternal
Kapasitas 8GB~64GB
Dukungan Sistem Operasi Window XP /Vista / 7 / 8 , Mac OS 10.4.x atau diatasnya & Linux Kernel 2.6.x atau diatasnya
Berat 3,6g
Suhu Pengoperasian 0°C hingga +60°C (32°F hingga 140°F)
Suhu Penyimpanan -20°C hingga +60°C (-4°F hingga +140°F)
Dimensi (L)25.3 x(W)17x(H)8.8mm

Fitur & Spesifikasi AH157 & AH116:

Ringkas dan Mulus untuk Tampilan Menakjubkan

AH116 memiliki fitur berukuran koin yaitu 2,5 x 1,7cm serta berat portabel 3,7g. Produk ini memiliki tampilan gabus kecil dengan sudut busur yang nyaman, memberikan kesan bulat dan ornament bebatuan yang menambahkan kesan humanistic untuk produk berteknologi canggih.

AH157 and AH116(10)

Tahan Debu, Tahan Air, Tahan Guncangan dan Kuat
USB flash drive super mini AH116 dibangun dengan teknologi canggih COB (Chip on Board) untuk memungkinkan tahan debu, tahan air, serta fungsi tahan guncangan. Bentuknya yang kecil memberikan perlindungan luar biasa solid dengan desain “sliding off”.

AH157 and AH116(11)

Software Kompresi ACE Gratis, Kapasitas Sangat Besar
Dengan adanya software kompresi ekslusif ACE gratis, AH116 dapat meningkatkan kapasitas lebih lanjut hingga 500%, lebih dari penyimpanan memori yang cukup!

AH157 and AH116(12)

Skema Warna Hitam, Putih
USB Interface Sertifikasi High-speed USB 2.0;
Kompatibel juga dengan USB 1.1
Power Supply USB bus powered, Tidak membutuhkan daya eksternal
Kapasitas 4GB~32GB
Dukungan Sistem Operasi Window XP /Vista / 7 / 8 , Mac OS 10.4.x atau yang diatasnya & Linux Kernel 2.6.x atau yang diatasnya
Berat 3,7g
Suhu Pengoperasian 0°C hingga +60°C (32°F hingga 140°F)
Dimensi (L)25.3 x(W)17x(H)8.8mm

Read more here:: jagatreview

DICE: Tidak Ada Rasa Battlefield di Star Wars Battlefront

By Yossie Dwi P

star wars battlefront

Star Wars Battlefront akan meluncur ke pasaran dalam waktu dekat. Meski begitu, tentunya ada sebagian gamer yang masih menganggap Battlefront hanyalah versi yang berbeda dari franchise populer DICE lainnya, Battlefield.

Karena itu, sebelum game ini resmi dirilis DICE ingin memastikan kepada gamer bahwa Battlefront tidak akan terasa seperti game Battlefield yang hanya diberi tema Star Wars.

“Aku pikir tidak ada satu sistem pun dalam game (Battlefront) yang sama dengan Battlefield. Mereka (Battlefront dan Battlefield) adalah game shooter yang jauh berbeda,” ujar General Manager DICE, Patrick Bach.

DICE menegaskan bahwa Star Wars Battlefront tidak akan terasa seperti "Battlefield dengan skin Star Wars"

DICE menegaskan bahwa Star Wars Battlefront tidak akan terasa seperti “Battlefield dengan skin Star Wars”

Bach menambahkan, para gamer nantinya akan terkejut melihat hasil kerja DICE yang di Battlefront. “Tapi aku pikir kualitas dari game dan kualitas audio, visual, serta emosi di dalamnya mudah-mudahan terasa ‘sangat DICE sekali’.”

Star Wars: Battlefront rencananya akan meluncur untuk PC, PlayStation 4, dan Xbox One pada 17 November 2015 mendatang. Walaupun sudah mendapat jadwal yang pasti, EA pernah menyatakan siap menunda peluncurannya jika nantinya ditemukan masalah yang membuat game ini tidak tampil memuaskan. Bagaimana menurut Anda?

Source: VG247

Read more here:: jagatreview