Monthly Archives: April 2018

Suriah dan ‘Hoax-Diplomacy’

Suriah dan Hoax-Diplomacy Ilustrasi: Zaki Alfarabi/detikcom


0


0


0

Jakarta -
Serangan koalisi pimpinan AS terhadap Suriah pada 14 April 2018 didasarkan pada tuduhan AS atas serangan senjata kimia yang konon menewaskan sekitar 40 warga sipil di Douma, sebuah kota di Timur Laut Damaskus. Dengan alasan bahwa serangan senjata kimia itu dilakukan oleh pasukan rezim Bashar Assad, AS dan sekutunya berinisiatif melakukan “tindakan balasan” dengan menyerang tempat-tempat di Suriah yang dinilai dijadikan tempat pembuatan dan penyimpanan senjata kimia.

Dalam serangan itu Trio AS-Inggris-Prancis memuntahkan lebih dari 100 rudal (Tomahawk Block IV, JASSM-ER –rudal jenis baru yang belum pernah dipergunakan sebelumnya, dan Storm Shadow –rudal buatan Inggris-Prancis-Italia) di titik-titik strategis Suriah.

Anehnya serangan itu dilakukan dini hari menjelang kunjungan tim OPCW (Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons) yang dijadwalkan melakukan investigasi. Inilah yang menjadi pertanyaan sejumlah kalangan, ada apa dengan serangan mendadak itu? Bahkan Prancis dan Inggris tidak sempat mendapatkan persetujuan dari parlemen masing-masing.

Meski Donald Trump segera menyatakan bahwa serangan itu berlangsung sukses –dan ini dikuatkan oleh PM Inggris Theresa May dan Presiden Prancis Emmanuel Macron– namun data-data militer Rusia dan pemerintah Suriah, serta media Israel menyebutkan sekitar 70 rudal-rudal ‘pintar’ itu berhasil dilumpuhkan di udara oleh sistem pertahanan udara Suriah yang didukung oleh teknologi pertahanan Rusia. Bila ini benar, artinya hampir 70 persen senjata-senjata itu tidak mengenai sasaran.

Pihak Rusia sendiri tidak melakukan tindakan militer terkait serangan itu, dan menyatakan bahwa tidak satu pun peluru-peluru kendali tersebut menyasar basis-basis militernya. Rusia lebih memilih jalur diplomasi dengan mengutuk tindakan itu sebagai pelanggaran hukum internasional dan merupakan kejahatan perang. Rusia melakukan upaya tekanan diplomatik termasuk mengajukan permasalahan ini ke DK PBB.

Meskipun Trump, Theresa May, dan Macron meyakini legalitas serangan tersebut, kecaman dari berbagai negara terus berdatangan. Aksi protes dan demonstrasi mengutuk serangan tersebut bahkan datang dari publik dalam negeri tak terkecuali para politisi dan tokoh oposisi di masing-masing negara tersebut. Kecaman mulai dari masalah ‘administrasi’ yang dilanggar, karena tidak (belum) mendapatkan persetujuan parlemen, sampai alasan penyerangan yang tidak kuat.

Kecaman terhadap Macron, misalnya, muncul dari seniornya Le Pen, yang menuduh Macron terlalu mengikuti kebijakan AS. Mantan PM Prancis Le Pen membandingkan ketika AS dengan alasan yang sama meminta Prancis bergabung dalam koalisi menyerang Irak, namun Prancis menolak karena basis tuduhan itu tidak kuat.

Jacques Chirac memang lebih dewasa dan matang dalam menentukan sikap. Sebagai seorang pemimpin dan negarawan, Chirac tidak serta-merta mau begitu saja didikte kepentingan AS –demikian menurut Le Pen dalam reaksinya terhadap kebijakan yang telah diambil pemerintahan Macron. Sementara, Macron seorang presiden yang masih muda dan belum memiliki track record diplomasi yang kuat.

Sama seperti Macron, Theresa May juga mendapatkan reaksi dan kecaman keras di dalam negerinya. Protes tak hanya datang dari kalangan masyarakat yang turun ke jalan, tapi juga dari para anggota parlemen Inggris yang mempertanyakan keputusan perang tanpa persetujuan parlemen.

Penolakan terhadap cara militer untuk penyelesaian konflik Suriah justru datang dari Kanselir Jerman Angela Merkel. Tidak sepakat dengan kebijakan Trump, Merkel berusaha meyakinkan para partnernya di NATO itu untuk mengedepankan pendekatan dialog dengan Rusia, ketimbang tindakan militer yang berpotensi dampak yang tak terduga. Merkel menyatakan siap memediasi pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Perbedaan pendapat mengenai kebenaran serangan senjata kimia sudah mengemuka sebelum aksi militer dilancarkan. Sejak awal Rusia meyakini bahwa narasi yang dibangun AS tentang serangan senjata kimia hanyalah pretext bagi masuknya AS dalam konflik Suriah yang hampir rampung. Selesainya konflik Suriah tanpa campur tangan AS merugikan kepentingan AS di kawasan itu. Karenanya, isu senjata kimia tidak lebih dari hoax yang menjadi jalan pintas agar AS bisa memiliki alasan untuk terlibat kembali.

Hoax dan solidaritas biasanya saling kait-mengkait. Berita hoax yang dilancarkan satu pihak biasanya bermotif membentuk opini masyarakat yang pada gilirannya ditujukan untuk menggalang solidaritas. Hoax di sini dipahami sebagai sebuah informasi yang belum terverifikasi dan belum valid. Validitas adanya senjata kimia, siapa yang melakukan penyerangan, dan siapa yang memproduksi hingga hari ini masih belum terverifikasi.

Bahkan pihak yang memiliki otoritas melakukan verifikasi (OPCW) pun baru akan melakukan tugasnya pada hari ketika serangan itu telah dilancarkan. Namun, apa daya serangan telah dilancarkan, dan ‘legimitimasi internasional’ sebagaimana yang ditekankan Macron dalam salah satu pidatonya seolah menjadi pembenaran semua ini.

Sebenarnya penggunaan informasi bohong telah lama dipakai dalam dunia diplomasi maupun perang. Informasi tidak valid itu sengaja diproduksi dan disebarkan sebagai bagian dari perang urat syaraf (psychological warfare) dengan tujuan untuk mengintimidasi, demoralisasi, disinformasi, dan efek-efek lain yang tujuannya melemahkan posisi pihak lawan. Hoax dipakai untuk memicu reaksi yang keliru yang diinginkan oleh si pembuat informasi, sehingga pihak lawan mengambil keputusan yang salah.

Namun, yang berkembang dewasa ini informasi yang tidak akurat kemudian dijadikan pertimbangan dan alasan untuk menghakimi dan menjatuhkan sanksi kepada pihak lain tanpa adanya kesempatan melakukan verifikasi yang absah. Dalam derajat tertentu diplomasi dijadikan sarana pembenaran informasi tak akurat menjadi sebuah kebenaran. Dan, parahnya bisa saja aksi militer yang destruktif dilakukan hanya dengan narasi yang dibangun dengan bukti yang tidak akurat.

Bila ini terus berlangsung, akan terjadi perubahan peran diplomasi sebagai media yang tadinya ditujukan untuk memperlambat dan menghindarkan terjadinya perang, menjadi alat untuk menggalang solidaritas yang didasarkan pada kepalsuan, revansisme, dan kekuasaan.

Mirip Kasus Skripal

Apa yang terjadi terhadap Suriah mirip dengan ‘hiruk-pikuk’ diplomasi Barat terkait dengan kasus peracunan Sergei Skripal, mantan agen rahasia Uni Soviet yang menjadi agen ganda (untuk Inggris) dan putrinya, Yulia Skripal. Dalam kasus Skripal, pemerintahan Theresa May langsung menuduh Rusia berada di belakang upaya pembunuhan itu, padahal pada saat yang bersamaan kepolisian London menyatakan bahwa penyelidikan kasus Skripal akan memerlukan waktu yang lama.

Pernyataan PM Inggris itu langsung diikuti dengan aksi ‘solidaritas diplomatik’ dengan beramai-ramai mengusir diplomat Rusia dari negara masing-masing. Lebih dari 150 diplomat Rusia diusir dari berbagai negara sebagai efek sebuah informasi yang belum terverifikasi (hoax). AS merupakan negara dengan jumlah terbanyak diplomat Rusia yang diusir yakni 60 orang. Sementara negara-negara lain mengirim pulang satu-dua diplomat Rusia sebagai bentuk ‘solidaritas’ terhadap Inggris.

Pihak Rusia juga melakukan hal yang sama, sebagai tindakan resiprokal yang lazim dalam dunia diplomasi. Uniknya, hingga hari ini informasi tentang kebenaran adanya racun ‘novichok’ (kode racun kimiawi yang konon diproduksi di era Uni Soviet) dan bagaimana racun itu bisa mengenai korban, siapa yang melakukan dan lain-lain semuanya masih belum terkonfirmasi.

Sejak awal peristiwa Skripal itu, pihak Rusia melalui kedutaannya di London telah menyatakan siap berkoordinasi untuk memverifikasi kebenaran tuduhan Inggris, namun pihak Inggris tidak menanggapi. Alih-alih mengizinkan spesialis Rusia terlibat dalam investigasi, Inggris justru melibatkan ahli dari Prancis dalam investigasi tersebut. Hal inilah yang membuat Rusia mengajukan sejumlah pertanyaan yang tidak (bisa) dijawab oleh Inggris.

Seiring berjalannya waktu ternyata korban peracunan (Skripal) berangsur-angsur pulih. Meski pihak Inggris menyatakan bahwa kondisi kedua korban masih dalam keadaan kritis, media Rusia menyatakan bahwa Yulia Skripal sudah sadar. Hal ini dilacak dari akun media sosial “Vk” (Vkontakte –Facebook a la Rusia yang dikembangkan dan dipakai oleh sebagian besar orang Rusia) yang dimiliki Yulia Skripal, yang ternyata telah aktif.

Belakangan otoritas Inggris baru membenarkan tentang kondisi kesehatan korban peracunan itu. Terlepas dari pulihnya kedua korban ‘novichok’ tersebut, hubungan diplomasi Rusia–Inggris, dan Rusia dengan negara-negara yang telah melakukan aksi ‘diplomasi solidaritas’ telah terganggu oleh informasi yang belum terverifikasi (hoax). Hal ini tentu saja menyisakan ruang kegamangan yang terus menumbuhkan sikap saling tidak percaya. Belum lagi kerugian moril dan materiil yang dialami para diplomat dari masing-masing pihak.

Dua peristiwa yang menimpa Suriah dan Rusia di atas bisa menimpa siapa saja –termasuk Indonesia– ketika sebuah narasi yang menyudutkan dibangun, dengan kemampuan teknologi informasi dan kemampuan diplomasi, untuk menjatuhkan sanksi atas tindakan yang belum tentu dilakukan. Aksi hoax-diplomacy bisa menjadi preseden buruk dalam dunia diplomasi dan hubungan internasional. Hoax bisa dalam sekejap mengubah masyarakat yang modern dengan segera menjadi sekelompok bangsa yang uncivilized.

Ahmad Fahrurodji doktor Sejarah Diplomasi dan pengamat Rusia UI


(mmu/mmu)

Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca detik, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!

rusia

disadur dari : https://news.detik.com/kolom/d-3991598/suriah-dan-hoax-diplomacy

Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Semarang Mulai Naik

Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Semarang Mulai Naik Suasana Pasar Johar Semarang hari ini. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom


0


0


0

Semarang -
Kementerian Perdagangan sudah mulai mengecek harga bahan pokok sebelum masuk bulan Ramadan. Untuk Jawa Tengah diprediksi kenaikan harga tidak signifikan terjadi karena stok aman.

Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Sarana Perdagangan, Eva Yuliana kemudian Dinas Perdagangan Jawa Tengah, dan Satgas Pangan Polda Jateng hari ini memantau harga di Pasar Johar Semarang yang menempati lokasi darurat di sekitar Masjid Agung Jawa Tengah.

“Kita cek harga bahan pokok di sini, karena Johar sentra perputaran bahan pokok di Semarang,” kata Eva, Kamis (26/4/2018).

Bahan pokok yang dipantau antara lain beras, telur, bawang merah dan putih, cabai, dan daging sapi maupun daging ayam. Untuk beras relatif harga masih stabil yaitu beras Bulog Rp 9.450 per kg, medium Rp 10 ribu per kg, dan premium Rp 12 ribu per kg.

“Beras medium paling banyak diminati, seminggu saya bisa jual 2 kuintal yang medium, kalau beras Bulog 50 kilogram setiap minggu,” kata pedagang bernama Ranti.

“Telur naik sedikit Rp 20 ribu jadi Rp 22.500 sejak 2 minggu lalu. Tapi kalau tahun lalu mentok Rp 24 ribu,” imbuhnya.

Dari pantauan harga bawang merah mengalami kenaikan pada bawang merah kecil dan sedang sekitar Rp 2 ribu rupiah. Harga sebelumnya untuk ukuran kecil antara Rp 16-17 ribu kini Rp 18 ribu, sedangkan ukuran sedang dari Rp 22 ribu kini Rp 24 ribu.

“Bawang merah naik sejak kemarin. Bawang putih turun sejak 3 hari lalu, sekarang harga bawang putih Rp 21 ribu,” ujar pedagang Bawang, Sunarti.

Sementara itu harga cabai juga mengalami sedikit kenaikan khususnya cabai kriting dan setan yang naik sekitar Rp 3 ribu. Namun menurut pedagang cabai, Yadi, tahun ini kenaikan tidak signifikan karena stok aman dan sudah dekat masa panen.

“Puasa mungkin malah lebih murah. Mungkin naik itu dekat Lebaran yang cabai besar soalnya buat sambal goreng,” ujar Yadi.

Dari pantauan harga daging baik sapi maupun ayam, harga masih stabil dan diperkirakan akan tetap stabil hingga menjelang lebaran.

Eva menjelaskan, kenaikan harga bukan karena ada momentum Lebaran, melainkan stoknya. Di Jawa Tengah, stok bahan pokok akan aman sehingga kenaikan harga diprediksi akan stabil.

“Kenaikan harga itu bukan karena momentum, tapi kalau stok aman harga stabil,” tandas Eva.

Oleh sebab itu, Kementerian Perdagangan dan stakeholder terkait akan menjaga stok dan supply agar harga tidak naik menjelang Lebaran.

“Kita jaga supply. Insya Allah aman, stok dan harga untuk semua komoditi terlebih Jateng,” jelas Eva.

Kepolisian dalam hal ini Satgas Pangan juga ikut memantau pergerakan harga bahan pokok setiap hari ke pasar. Hal itu untuk mencegah adanya kecurangan.

“Tim Satgas Pangan kan sampai ke tingkat Polres, setiap hari turun ke pasar. Kita sebenarnya bisa lihat data TPID, tapi kita tetap turun dan membandingkannya,” kata Dir Krimsus Polda Jateng, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari.

(alg/sip)

pasar johar semarang

disadur dari : https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3991646/jelang-ramadan-harga-bahan-pokok-di-semarang-mulai-naik

Amien Rais Tuding Jokowi Down, Waketum PAN: Jokowi Masih Kuat

Amien Rais Tuding Jokowi Down, Waketum PAN: Jokowi Masih Kuat Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan (Ari Saputra/detikcom)


0


0


0

Jakarta -
Politkus senior PAN Amien Rais mengklaim elektabilitas Joko Widodo sedang down alias turun. Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan menyatakan sebaliknya.

“Ya, kan kita bagian koalisi pemerintahan dan kita punya tanggung jawab itu sebagai bagian pemerintahan. Dan kita menganggap hasil survei akhir ini memang posisi Pak Jokowi masih kuat dan itu tidak bisa kita mungkiri,” ujar Bara di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Baca juga: Loyalis Bantah Jokowi Down

“Itu berdasarkan scientific bukan omongan, dan survei posisinya masih kuat,” imbuh dia.

Amien menyebut elektabilitas Jokowi down saat berceramah di Balai Kota DKI Jakarta. Sambil menunjuk foto Jokowi, dia mengeluarkan pernyataan itu

Bagi Bara, pernyataan Amien sifatnya pribadi. Semua elemen PAN disebut Bara boleh berkomentar apapun sampai ada keputusan resmi.

Baca juga: Elektabilitas Jokowi Disebut Down, Golkar: Amien Rais Meleset

“Artinya kan sebelum ada keputusan yang final yang diambil melalui Rakernas, saya pikir pengurus siapapun itu bisa berbicara atas nama pribadi, itu tidak dilarang. PAN partai yang demokratis,” ucapnya.

Ditambahkan Bara, PAN akan mengambil keputusan Pilpres 2019 dengan pertimbangan rasional. Faktor pribadi akan dikesampingkan.

“Pertimbangan rasional itu berarti bahwa keputusan yang diambil itu bukan personal like and dislike kebencian pribadi, tapi apa yang kandidat itu tawarkan, bagaimana kemampuan memimpin, melihat berbagai tantangan Indonesia nantinya setelah 2019,” tutur Bara.


(gbr/dnu)

jokowi
pilpres 2019

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1508920120820-0′); });

disadur dari : https://news.detik.com/berita/d-3991653/amien-rais-tuding-jokowi-down-waketum-pan-jokowi-masih-kuat

Padam, Ini Penampakan Kondisi Terkini Sumur Minyak Ilegal di Aceh

Padam, Ini Penampakan Kondisi Terkini Sumur Minyak Ilegal di Aceh Sumur minyak meledak di Aceh (datuk/detikcom)


0


0


0

Aceh -
Api ledakan sumur minyak illegal di Desa Pasir Putih, Rantau Pereulak, Aceh Timur akhirnya padam. Namun, semburan minyak dari lobang sumur tersebut masih membumbung ke udara.

Api tersebut padam pada Kamis (26/4/2018), pukul 07.20 WIB. Kobaran api yang mulanya besar secara perlahan redup hingga akhirnya padam. Sontak, para petugas yang berada di lokasi sempat kocar kacir. Mereka takut, tiba-tiba setelah padam api malah timbul lagi lantaran masih banyak asap-asap mengepul pada puing-puing sisa kebakaran.

Selang beberapa menit berlalu, petugas pemadam kebakaran melihat semburan api terbang menuju ke pemukiman warga. Mereka yang sigap, langsung melakukan pendinginan dengan menyiram air ke puing-puing sisa kebarakan supaya api yang ada di situ tidak lagi memantik hingga terjadinya letusan besar.

Baca juga: Pagi Ini Korban Jiwa Ledakan Sumur Minyak Berjumlah 21 Orang
Dengan cekatan, asap-asap disiram hingga basah. Setelah itu mereka terus berjaga-jaga di lokasi termasuk petugas dari TNI – Polri yang tidak hentinya meminta kepada warga menjauh dari lokasi karena semburan gas berterbangan menuju pemukiman. Aparat juga meminta agar masyarakat tidak menyalakan rokok di dalam garis polisi yang telah diikat.

“Apinya mati sendiri. Namun, semburan minyak dan gas terus berterbangan. Kita takutkan sewaktu-waktu akan hidup lagi. Saat ini pun, tim dari Pertamina sedang mengecek di lokasi dan berupaya mengambil langkah-langkah tepat terhadap semburan tersebut,” kata salah seorang petugas gabungan, Rasyidin ditemui detikcom di lokasi.

Baca juga: Pagi Ini Korban Jiwa Ledakan Sumur Minyak Berjumlah 21 Orang
Rasyidin juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak dulu mendekat di lokasi. Soalnya, suasana di sekitar sumur baunya masih menyengat dari semburan minyak di sumur yang sudah padam.

Sementara Insiden ledakan sumur minyak ink terjadi pada Rabu (25/4) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, masyarakat di sana ramai-ramai mengambil minyak mentah dari salah satu sumur milik warga. Tiba-tiba, ledakan terjadi dan api menyambar puluhan orang. Akibatnya, 21 orang tewas dan 40 lainnya mengalami luka berat akibat terbakar.

Tonton juga videonya:
[Gambas:Video 20detik]

(asp/asp)

sumur minyak di aceh meledak

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1508920120820-0′); });

disadur dari : https://news.detik.com/berita/d-3991465/padam-ini-penampakan-kondisi-terkini-sumur-minyak-ilegal-di-aceh

Wacana Prabowo Cawapres Jokowi, Ini Respons Pimpinan PDIP Yogya

Wacana Prabowo Cawapres Jokowi, Ini Respons Pimpinan PDIP Yogya Foto: Pool/Biro Setpres


0


0


0

Yogyakarta -
Wacana memasangkan Jokowi dengan Prabowo Subianto menguat ke permukaan. Elit PDIP menyebut bersatunya dua tokoh tersebut dalam Pilpres 2019, bukan hal yang mustahil. Bagaimana respons kader PDIP di daerah?

Ketua DPD PDIP DIY, Bambang Praswanto, tidak mempermasalahkan bila nantinya Jokowi menggandeng Prabowo. Catatannya adalah keputusan itu diambil sendiri oleh Jokowi dan Megawati.

“Ya terserah Pak Prabowo mau tidak jadi calon wakil presiden,” kata Bambang, Kamis (26/4/2018).

Baca juga: PDIP Yakin Duet Jokowi-Prabowo Terjadi di Pilpres 2019
Menurutnya, seluruh kader PDIP termasuk di DIY menyerahkan sepenuhnya urusan cawapres ke Jokowi dan Megawati. Siapapun nantinya cawapres yang dipilih, kata Bambang, pihaknya akan menyukseskan pasangan tersebut.

“Kita tidak membahas cawapres. Mau Cak Imin, mau Gatot, mau siapa lah, mau Prabowo. Kalau yang bersangkutan mau jadi calon wakil presiden dan Pak Jokowi oke, Bu Mega oke, tidak ada masalah,” lanjutnya.

Baca juga: Jokowi Gandeng Prabowo di Pilpres, Ini Kata Wali Kota Solo
Saat ditanya bila duet Jokowi-Prabowo di pilpres mendatang terwujud, sebagai kader Bambang akan menerimanya. Sekali lagi, asalkan pilihan itu merupakan keputusan Jokowi dan Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

“Ya sudah kita setuju saja (kalau menjadi keputusan Jokowi dan Megawati). Pak Prabowo kan dulu pernah menjadi calon wakil presidennya Bu Mega (di Pilpres 2009). Tidak ada masalah,” ungkapnya.

Baca juga: Golkar Tak Masalah Jika Jokowi Mau Gandeng Prabowo
Namun, Bambang menegaskan urusan cawapres adalah pilihan Jokowi. Sementara tugas seluruh kader termasuk kader PDIP di DIY adalah berkonsentrasi memenangkan Jokowi dan pasangannya di pilpres mendatang.

“Siapapun (cawapres pilihan Jokowi) pasti kita menangkan. Pak Jokowi plus siapapun (cawapresnya) pasti kita menangkan, dan kita tidak mengusulkan apa-apa,” pungkas Bambang.

(mbr/mbr)

duet jokowi prabowo

disadur dari : https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3991647/wacana-prabowo-cawapres-jokowi-ini-respons-pimpinan-pdip-yogya

Proyek Trem, Risma: Tender Sudah Hampir Matang

Proyek Trem, Risma: Tender Sudah Hampir Matang Foto: Gracella Sovia Mingkid


0


0


0

Surabaya -
Wali Kota Tri Rismaharini memperkirakan lelang proyek trem bisa segera dilaksanakan agar pembangunan fisik dapat segera dimulai. Untuk anggarannya akan diusulkan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2018.

“Kalau tender sudah hampir matang, mudah-mudahan PAK nututi (mengikuti, red),” kata Risma di Graha Sawunggaling Gedung Pemkot Surabaya, Kamis (26/4/20018).

Melalui tender, Risma memastikan proyek trem dapat dikerjakan sendiri. “Kalau tender kan keputusan itu di kita sendiri, tidak tergantung siapapun keputusan itu untuk yang trem,” ungkapnya.

Ia juga memastikan bila sudah rampung, operasional trem yang akan menghubungkan kawasan jalur utara-selatan dan barat-timur itu akan diberikan pada PT KAI sebagai operator.

“Operasionalnya bekerjasama dengan KAI, operatornya KAI. Kalau pemkot harus bentuk UPTD jika terima uang. Kalau KAI bisa kerjasama operasional,” jelas Risma.

Proyek trem yang diperkirakan menghabiskan anggaran Rp 3,8 miliar ini diharapkan bisa mengurangi kepadatan lalu lintas di Kota Surabaya, apalagi kelak akan disinergikan dengan transportasi massal lainnya.

“Setelah jadi akan kita sinergikan dengan bus. Sinerginya harus terintegrasi dengan transportasi lainnya, tidak bisa terpisah dan sekarang sudah kita siapkan,” pungkasnya.

(ze/lll)

surabaya

disadur dari : https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3991651/proyek-trem-risma-tender-sudah-hampir-matang

Warga Korea Selatan Ditemukan Tewas di Apartemen Tangerang

Warga Korea Selatan Ditemukan Tewas di Apartemen Tangerang Ilustrasi seorang polisi menangani peristiwa (Edi Wahyono/detikcom)


0


0


0

Tangerang Selatan -
Seorang warga negara Korea Selatan ditemukan tewas di kamar apartemen di Curug, Tangerang. Korban Park Yang Sun (60) ditemukan terkapar di atas tempat tidur.

“Korban Park Yang Sun warga negara Korea. Ditemukan korban sudah meninggal dunia di tempat tidur,” kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander Yurikho dalam keterangannya, Kamis (26/4/2018).

Korban ditemukan pada Rabu (25/4) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Awalnya rekan korban, Natalia, berniat mengunjungi korban di apartemen.

“Saat pintu diketuk beberapa kali, tidak ada jawaban dan pintu terkunci dan terdengar suara TV masih menyala,” imbuhnya.

Saksi lalu meminta bantuan petugas keamanan apartemen untuk mengecek kamar korban. Untuk memastikan keberadaan korban di kamar, petugas keamanan mematikan listrik di kamar tersebut.

“Namun setelah 1 jam tidak ada reaksi, kunci pintu kamar dirusak,” lanjutnya.

Jasad korban lalu dibawa ke rumah sakit. Polisi memastikan tak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Secara fisik tidak ditemukan tanda tanda kekerasan. Dugaan sementara diduga korban meninggal akibat sakit. Dari keterangan saksi korban sudah lama mengeluh sakit pinggang,” pungkasnya.

(abw/dnu)

wn korea
tangerang selatan

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1508920120820-0′); });

disadur dari : https://news.detik.com/berita/d-3991664/warga-korea-selatan-ditemukan-tewas-di-apartemen-tangerang

Perbandingan Jumlah TKA di Indonesia dengan Negara Lain

Ilustrasi/Foto: Fuad Hasim Ilustrasi/Foto: Fuad Hasim


0


0


0

Jakarta – Isu serbuan tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia kembali mencuat. Hal itu seiring dengan diterbitkannya Perpres No 20 tahun 2018 tentang penggunaan TKA.

Lalu benarkah Indonesia tengah dan akan diserbu TKA?

Melansir data infografis Kementerian Ketenagakerjaan, Kamis (26/4/2018), jumlah TKA pada 2017 sebanyak 85,9 ribu orang. Sementara jumlah tenaga kerja Indonesia adalah 121 juta, itu artinya rasio TKA di Indonesia sebesar 0,07%.

Jika dilihat dari data Kemenaker, rasio TKA Indonesia memang paling kecil dibanding negara-negara sekitar. Dibandingkan dengan Malaysia saja rasio TKA-nya 12% dengan jumlah TKA 1,8 juta orang berbanding 15 juta tenaga kerja.

Baca juga: Berapa Jumlah Tenaga Kerja Asing di RI?

Lalu jika dibandingkan dengan Singapura di 2017 rasio TKA-nya mencapai 60,9% dengan jumlah TKA 1,4 juta orang dan jumlah tenaga kerja 2,3 juta.

Sementara menurut data 2016 dari masing-masing kementerian setempat, rasio TKA Thailand 4,5%, Vietnam 0,14%, dan Jepang 1,4%.

Sementara paling tinggi Qatar, yang menurut data MPS Census 2010 rasio TKA-nya mencapai 94,5% dengan jumlah TKA sebesar 1,2 juta orang dan tenaga kerja 1,3 juta orang. Lalu Uni Emirate Arab 96% dan Amerika Serikat 16,7%.

Baca juga: 33.000 Pekerja Asing Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan (eds/eds)

tenaga kerja china

disadur dari : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3991652/perbandingan-jumlah-tka-di-indonesia-dengan-negara-lain

FPI: Novel Bamukmin Diberhentikan, Tak Ada Pemecatan

FPI: Novel Bamukmin Diberhentikan, Tak Ada Pemecatan Foto: Habib Muchsin Alatas (Grandyos Zafna-detikcom)


0


0


0

Jakarta -
Politikus PDIP Erwin Moeslimin Singajuru menyebut Novel Bamukmin sudah dipecat dari FPI. Dewan Pembina Majelis Syuro DPP FPI Habib Muchsin Alatas mengatakan Novel bukan lagi pengurus FPI, namun tidak ada pemecatan.

“Iya diberhentikan, dulu ada juga proses skors atau apa, pemberhentian dari (FPI) DKI, dulu kan dia sekretaris FPI DKI. Tapi kan lalu diskors lalu kemudian akhirnya ada pergantian kepengerusan, ya sudah selesai, jadi nggak ada pemecatan-pemecatan, nggak ada,” ujar Habib Muchsin kepada detikcom, Kamis (26/4/2018).

Muchsin mengatakan, Novel saat itu diberhentikan karena kurang koordinasi dengan FPI saat memberi komentar. Selain itu ada langkah yang dilakukan tanpa koordinasi.

“Ya karena komentar tidak koordinasi-koordinasi begitu, kadang-kadang komentar sesuatu yang belum dikoordinasi di organisasi dia main komentar, akhirnya beda persepsi, ya gitu-gitu lah. Atau mungkin langkah-langkah yang belum disepakati di organisasi dia lakukan, ya begitu saja,” ujar Muchsin.

Baca juga: Politikus PDIP yang Bertemu Rizieq: Novel Bamukmin Ngawur!
Habib Muchsin mengatakan status Novel saat ini hanyalah simpatisan. “Ya simpatisan (statusnya) kalau boleh dikatakan ya simpatisan aja,” katanya.

Novel saat ini dikatakan Habib Muchsin sudah masuk ke dunia advokasi. Novel tidak berkopetensi untuk berkomentar mengatasnamakan FPI.

“Dia kan sekarang masuk di dunia advokasi, dia sering mengadvokasi begitu kan. Jadi kalau dia berkomentar mengatasnamakan FPI ya dia nggak berkompetensi untuk itu,” ujarnya.

Baca juga: Novel Bamukmin Sanggah Politikus PDIP: Saya Tidak Dipecat FPI
Terkait Novel yang mengomentari pertemuan Habib Rizieq dengan politikus PDIP Erwin Moeslimin Singajuru di Mekah, Habib Muchsin menilai komentar tersebut sah saja. Namun komentar terebut sebagai pribadi.

“Ya boleh-boleh saja, tapi kan komentar ini orang kan spekulasi semua, padahal sebetulnya pertemuan itu biasa-biasa saja, namanya orang lagi umrah sambil nyambi silaturahmi kan bisa saja begitu, bukan sebuah misi khusus dari partai untuk disuruh umrah disuruh nemuin Habib Rizieq, kan nggak begitu. Ya (pernyataan Novel) pribadi saja,” tuturnya.

Sebelumnya, Erwin mengajak semua pihak tak terprovokasi oleh pernyataan Novel terkait pertemuannya dengan Rizieq di Tanah Suci. Erwin juga mempertanyakan kompetensi Novel.

“Sepanjang yang saya dengar, Novel Bamukmin sudah dipecat dari FPI, tak lagi berhubungan dengan Habib Rizieq, dan pertemuan kami di Mekah itu tak pula ada hubungannya dengan PA 212,” kata Erwin lewat keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (25/4).

Adapun Novel juga menyanggah dirinya dipecat FPI. Dia meminta Erwin untuk menunjukkan bukti mengenai pemecatan itu. Dia mengaku masih merupakan pengurus FPI.

“Kalau saya sudah dipecat dari FPI tolong kasih bukti pemecatan itu,” kata Novel saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (26/4/2018).

(nvl/fjp)

politikus pdip bertemu rizieq
habib rizieq

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1508920120820-0′); });

disadur dari : https://news.detik.com/berita/d-3991440/fpi-novel-bamukmin-diberhentikan-tak-ada-pemecatan

Sunarto-Andi Samsan Maju ke Putaran 2 Pemilihan Waka MA Non-Yudisial

Sunarto-Andi Samsan Maju ke Putaran 2 Pemilihan Waka MA Non-Yudisial Gedung MA/Foto: Ari Saputra


0


0


0

Jakarta -
Mahkamah Agung (MA) menggelar pemilihan untuk jabatan wakil ketua (waka) MA bidang non-yudisial. Hakim agung Sunarto dan Andi Samsan Nganro masuk ke putaran dua.

Pada voting putaran pertama, Sunarto berhasil mendapatkan 13 suara, sedangkan Andi Samsan Nganro mendapat 9 suara. Proses voting disaksikan Ketua MA oleh Hatta Ali dan Wakil Ketua MA Bidang Yudisial Muhammad Syarifuddin di gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (26/4/2018).

Baca juga: Pemilihan Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial Dimulai

Sedangkan 7 hakim agung lainnya, yakni Takdir Rahmadi memperoleh 8 suara, Supandi 6 suara, Suhadi 4 suara, Hary Djatmiko 3 suara. Sedangkan hakim agung Zahrul Rabain, Soltoni Mohdally dan Yulius masing-masing memperoleh 1 suara.

“Berdasarkan pengambil suara terbanyak satu dan dua yaitu Hakim Agung Yang Mulia Dr H. Sunarto, SH, MA, dan Hakim Agung Yang Mulia Dr. H. Samsan Ngahro, SH, MH, mencalonkan, mengikuti pemilihan putaran kedua,” ujar ketua sidang pemilihan, A. S. Pudjoharsoyo.


(fdn/fdn)

wakil ketua ma non yudisial

disadur dari : https://news.detik.com/berita/d-3991665/sunarto-andi-samsan-maju-ke-putaran-2-pemilihan-waka-ma-non-yudisial