Polemik 2 Remaja Kebelet Nikah, Penghulu Bantaeng Beri Pembelaan

Polemik 2 Remaja Kebelet Nikah, Penghulu Bantaeng Beri Pembelaan Penghulu Syarif Hidayat (Foto: dok Istimewa)


0


0


0

Bantaeng -
Polemik anak di bawah umur kebelet menikah di Bantaeng, Sulawesi Selatan, terus berlanjut. Penghulu yang akan menikahkan kedua mempelai meminta agar hal itu tidak dibesar-besarkan.

Adalah penghulu KUA Kecamatan Bantaeng, Syarif Hidayat, yang memberi pembelaan. Dia menyebut upaya dua remaja itu untuk menikah sudah legal dan dilindungi Undang-Undang Perkawinan.

“Upaya pasangan catin (calon pengantin) di bawah umur yang lagi viral adalah upaya yang legal dan dilindungi Undang-Undang Perkawinan dan patut dihargai. Sebaiknya kasak-kusuk polemik tentang mereka segera dihentikan,” kata Syarif kepada detikcom, Senin (16/4/2018).

Lebih lanjut ia menyatakan, kalaupun ada perasaan tidak pantas bagi keduanya, semestinya bukanlah pribadi mereka yang dipersoalkan. Menurut Syarif, yang seharusnya dipersoalkan adalah adanya aturan yang mengizinkan calon mempelai di bawah umur bisa menikah. Artinya, secara hukum pun negara memperbolehkan hal tersebut.

Baca juga: 2 Remaja Kebelet Nikah, Menkes: Fisik dan Jiwa Belum Siap
“Harusnya yang menjadi permasalahan adalah aturannya, bukan pelakunya. Karena adanya prosedur permohonan dispensasi ke Pengadilan Agama, artinya negara memperbolehkan pernikahan di bawah umur itu,” lanjutnya.

Prosedur dispensasi itu, kata Syarif, sudah dikantongi oleh dua remaja ini. Dia meminta agar upaya dua calon mempelai itu dihargai semua pihak. Kantor Urusan Agama juga dinilainya tidak punya hak untuk membatalkannya.

“Jadi sebaiknya semua pihak bisa legowo. Karena berada di negara hukum, kita harus tunduk pada produk hukum. Keduanya menempuh prosedur legal dan mereka telah dapatkan itu. Harusnya kita sama-sama hargai,” ujar Syarif.

Pihak KUA disebut sudah melakukan pendekatan kepada keluarga kedua remaja itu mengenai penyebab tertundanya pelaksanaan rencana pernikahan hari ini. Kedua remaja ini juga sudah diberi slip pembayaran biaya nikah untuk disetor ke bank.

Baca juga: Menag: Pernikahan di Bawah Umur Lebih Banyak Mudaratnya
Sebelumnya, pasangan remaja SY (15) dan FA (14) dijadwalkan menikah hari ini. Namun ditunda karena belum mengantongi dispensasi waktu dari camat. Aturannya, mereka boleh dinikahkan setelah melewati 10 hari pascapengajuan pencatatan nikah di KUA, sementara pencatatannya diajukan Rabu (11/4/2018). Artinya, baru lima hari setelah pengajuan.

Diketahui, kedua pasangan remaja yang hendak menikah ini berkenalan melalui media sosial dan menjalin hubungan asmara. Karena merasa cocok, mereka akhirnya memilih untuk menikah. Langkah mereka pun direstui oleh keluarga kedua belah pihak.

Setelah dipastikan tidak mendapat dispensasi dari pihak kecamatan, KUA Kecamatan Bantaeng memanggil pihak keluarga calon pengantin remaja tersebut untuk memberikan pengertian dan penjelasan terkait tertundanya rencana pernikahan hari ini. Rencananya, kedua calon pengantin remaja itu akan menikah Senin (23/4/2018).

(elz/elz)

anak kebelet nikah
pernikahan dini siswa smp

disadur dari : https://news.detik.com/berita/d-3974700/polemik-2-remaja-kebelet-nikah-penghulu-bantaeng-beri-pembelaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>