Pengusaha Muda Beberkan Alasan Bangun Umat Mart di Pesantren

Foto: Tim Infografis: Nadia Permatasari Foto: Tim Infografis: Nadia Permatasari

FOKUS BERITA
Umat Mart, Minimarket Pesantren


0


0


0

Jakarta – Di tengah isu lesunya sektor ritel dengan banyaknya ritel-ritel besar yang berguguran, pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) justru melihat peluang usaha baru. Hal ini ditandai dengan bakal dibuatnya toko ritel di pesantren yang mengambil nama Umat Mart atau Ummart.

Rencananya, 12 Mei mendatang akan ada 10 Ummart yang sudah dibangun dari total target pembangunan 1.000 Ummart di tahun ini. Jadi, bagaimana kriteria agar pesantren bisa punya toko ritel Ummart?

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia menjelaskan ada beberapa kriteria agar pesantren bisa memiliki fasilitas Ummart, salah satu di antaranya yaitu pondok pesantren harus memiliki lokasi strategis yang artinya tidak terlalu jauh dari pemukiman. Selain itu, jumlah santri yang ada di pondok pesantren yaitu harus lebih dari 1.000 orang.

Berikut petikan wawancara khusus detikFinance dengan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia, Jakarta, Selasa (17/4/2018)

Baca juga: Minimarket di Pesantren Namanya Ummart
Boleh diceritakan konsep Umat Mart seperti apa?
Kita kan sebenarnya sudah buat HIPMI Goes to Campus, kemudian HIPMI Goes to School dan sekarang HIPMI Goes to Pesantren. Kenapa ini dilakukan? Karena pada tahun 2015 awal, pengusaha nasional kita itu hanya ada 1,6% dari total penduduk di tahun 2015 awal, artinya apa, sebuah negara yang ingin berkembang dan maju kalau mengikuti teori dari pakar-pakar ekonomi itu harusnya 2% dari total penduduk, atau kita kalau pakai standarnya Bank Dunia kita harus minimal 4%.

Amerika (Serikat/AS) itu 12%, China itu 10%, dan Singapura itu 7%. Nah kemudian HIPMI melakukan survei, teryata jumlah mahasiswa dari Aceh sampai Papua 2018 itu 5,7 juta itu kecenderungannya mereka menjadi karyawan 83% dan 4% menjadi entrepreneur.

Akhinya HIPMI melakukan survei kenapa mahasiswa itu kecenderungannya ingin menjadi karyawan ketimbang entrepreneur, kan gitu. Jadi ternyata mereka itu ingin lebih pasti lebih nyaman akhirnya kita bikin sebuah kegiatan yang namanya HIPMI PT, HIPMI Perguruan Tinggi, kita bahkan ada HIPMI PT Jambore se-Asia kemarin di Bandung di tahun 2016, itu dibuka oleh Pak Jokowi harapan kita adalah dengan membentuk organisasi HIPMI di tingkat kampus itu sebagai salah satu organisasi alternatif untuk kemudian anak-anak mahasiswa itu berpikir untuk menjadi pengusaha.

Alasan lebih lengkapnya bagaimana?
Karena organisasi di kampus itu terdiri dari senat ya ekstranya ada HMI, GMKI, KAMMI, GMNI, dan tujuannya mereka rata rata politik. Akhirnya kecenderungan orang untuk jadi karyawan dan politisi itu lebih besar dibandingkan menjadi entrepreneur. Akibat memang bibitnya didik seperti itu kami berfikir bahwa HIPMI Perguruan Tinggi itu dibuat sebagai inkubator, sebagai virus untuk mencoba menggiring anak-anak muda menjadi pengusaha.

Kemudian ada pula HIPMI Goes to School yang sasarannya yaitu anak-anak SMK, yang pada dasarnya anak-anak SMK itu disiapkan untuk menjadi pekerja. Kita tidak ingin anak-anak SMK itu otak-otaknya hanya jadi karyawan, boleh dia kerja tapi after dia kerja dia harus jadi entrepreneur makanya kita buatlah program entrepreneur itu HIPMI Goes to School itu di-launching lagi di 2017 oleh Pak Presiden di Hotel Ritz. HIPMI Perguruan Tinggi itu di seluruh provinsi sudah ada.

Bagaimana perkembangannya saat ini?
Kalau sekarang perkembangannya sangat bagus, nah hasilnya 2015 sampai tahun 2017 sampai sekarang, jumlah pengusaha nasional kita naik menjadi 3,01%, yang tadinya hanya 1,6% ya. Jadi ada hasil dan yang menemukan itu bukan HIPMI tapi BPS dan Kementerian (Koperasi dan) UKM dan kita tahu satu-satunya organisasi di Republik Indonesia ini yang bertujuan dan punya cita-cita untuk mengubah pola pikir anak muda untuk menjadi entrepreneur itu hanya HIPMI, dan HIPMI secara struktur dan infrastruktur sudah ada di 34 provinsi dan ada di 500 Kabupaten/Kota. Jadi betul-betul kita itu masif, terstruktur, dan by design dan kita bersinergi dengan pemerintah. HIPMI itu dalam tujuanya menjadi mitra strategis pemerintah.

Di setiap kampus kita buat HIPMI PT yang berupa PT dan mereka yang akan merekrut anggotanya di bawah kewenangan resmi dari Badan Pengurus Daerah dan Cabang. Jadi kalau kampusnya ada di daerah kabupaten mereka diurus oleh Badan Pengurus Cabang

Aktivitasnya seperti apa?
Pertama kita langsung mengajari mereka cara berbisnis, yang kedua mereka kita ajari juga cara mereka memulai bisnis, langsung kita jadikan bapak angkat kita bimbing mereka.

Termasuk modal usaha?
Kalau modal itu sebagian. Kalau modal kita dorong ke bank berupa modal melalui KUR, KUR tanpa agunan kan 25 mahasiswa udah menggunakan KUR Rp 25 juta kan itu sudah cukup. Nah yang penting minimal di otak mereka itu sudah terdoktrin bahwa menjadi pengusaha itu lebih mulia dibandingkan jadi karyawan.

Baca juga: 1.000 Pesantren Bakal Punya Ummart Tahun Ini
Konsepnya Umat Mart seperti apa?
Sekarang di tahun 2018 HIPMI membuat HIPMI Goes to Pesantren oke, HIPMI Goes to Pesantren ini berpikir setelah selesai di perguruan tinggi, sudah selesai di sekolah-sekolah maka masuklah ke pesantren-pesantren. Pesantren memiliki tempat dan wadah yang sangat mulia untuk kita belajar tentang ilmu agama. Sebagai muslim orang semulia-mulianya juga bisa kita membangun ekonomi dengan baik, karena Rasulullah dalam menjalankan syiar Islam itu melalui dagang dan Rasulullah itu kaya. Rasul itu kaya bahkan kalau ada 10 pintu rezeki 9 itu di dagang.

Satunya di politisi karyawan dan yang punya title mabrur itu ada dua haji mabrur dan pengusaha mabrur dalam kerangka tersebut kita berpandangan bahwa penting untuk cara berpikir bibit-bibit entrepreneur itu harus masuk di pesantren dengan cara masuk programnya itu adalah Umat Mart atau Ummart.

Konsepnya bagaimana? Apakah seperti mini market atau hypermarket yang lebih besar atau bagaimana?
Ummart ini produk yang awalnya ingin menjadikan basis-basis pesantren itu kan mereka butuh belanja kan, sabun apa segala macam kita ingin mereka jadikan toko yang sudah ada berupa kios itu. Kita ingin mengelola secara profesional dengan menggandeng para teman-teman dari Indomaret dan Alfamart karena mereka yang punya ilmu itu. Harapan kita selain kita melakukan aktivitas bisnis anak-anak santri itu juga belajar menjadi pengusaha yang baik, manajemen yang baik kelak. Nantinya ketika mereka selesai sekolah, selesai dakwah mereka bisa berdagang.

Harapannya dengan adanya Umat Mart apa?
Sehingga pesantren itu tidak dijadikan sebagai basis-basis agama yang kemudian oleh oknum-oknum tertentu maaf-maaf kata, menggunakannnya untuk berita-berita hoax, kita nggak mau gitu. Nah ini adalah inkubator salah satu tujuan HIPMI untuk bagaimana mendorong agar santri juga berpikir soal entrepreneur.

Kalau kerja sama berarti ada bagi hasil? Bagi hasilnya seperti apa?
Kita juga ingin kerja sama ini kita inginnya semi koperasi, ritel modern itu bekerjasama dengan kami, ritel modern itu bekerja sama dengan HIPMI di mana HIPMI pengelolaanya dengan pesantren-pesantren itu. Jadi dari itu ada sebagian yang dikembalikan kepada pesantren

Berapa persen?
Rahasia dong.

Ada yang dikembalikan ke pesantrennya?
Iya ada

Berarti manajemennya dari HIPMI?
Iya manajemennya punya HIPMI, HIPMI membentuk badan usaha sendiri, yang akan kelola itu HIPMI ya, yang sudah tentu akan bekerja sama dengan Alfamart, Indomaret ritel. Nah nanti yang akan kita bina itu anak-anak santri ini. Jadi ini programnya dari kita untuk kita.

Mengenai pengadaan Umat Martnya sendiri ini ada bangunan baru atau renovasi?
Ada beberapa tempat, bangunannya ada yang pesantren belum punya tempat ya kita bangunkan, tapi kalau sudah ada kita renovasi untuk memenuhi standar.

Lokasinya di mana aja?
Awalnya kita kan mau launching 10 insyaAllah akan ada di awal 12 Mei 2018, dan akan di-launching oleh bapak Presiden. Pondok Pesantren Salafiya Pasuruan, Pondok Pesantren Mabdiyul Ihsan, Pondok Pesantren Zainul Hasan Geng gong, Pondok Pesantren Hati Rangkang Kraksaan, Pondok Pesantren Al Falah Poso Kediri, Pondok Pesantren Minhajut Thullab Brasan Muncar Banyuwangi, Pondok Pesantren Minhajut Thullab Banyuwangi, Manbaul Maarif Denanyar Jombang, Pondok Pesantren Nurul Hikmah Malang, dan Pondok Pesanten Byat Al Hikmah Pasuruan.

Anggarannya kalau bangun gedungnya pasti butuh biaya yang tidak sedikit ya?
Anggarannya rahasia perusahaan, yang jelas tidak menggunakan anggaran pemerintah, sedikitpun kita nggak pakai dana pemerintah dan kita nggak ada biaya dari sponsor.

Kalau ingin punya Ummart di pesantren itu bagaimana caranya?
Ini sebagai start awal saja, nanti ke depan kita sudah punya program untuk kami akan memverifikasi pesantren-pesantren mana saja yang memenuhi syarat. Target kami sih dari HIPMI sih 1.000 pesantren harus dapat tahun ini, ya yang namanya target ya bisa tercapai atau tidak di tahun ini.

Baca juga: Hipmi Gandeng Alfamart dan Indomaret Bikin Umat Mart
Kriterianya seperti apa?
Harus yang banyak santrinya

Syarat lain agar pesantren bisa punya Ummart bagaimana caranya?
Kan umum syaratnya memenuhi feasibility study bisnis, umum ya kan ini kan produk bisnis itu harus memenuhi standar FS untuk bisnis. Nanti soal itu saya akan sampaikan apa-apanya lagi.

Contoh syaratnya apa?
Santrinya harus cukup masuk dalam kategori kami, karena market utama dari Ummart ini adalah santri.

Masuk kategori itu apanya? Usianya atau jumlahnya?
Jumlahnya

Berapa banyak?
Nah nanti deh

Soal kriteria untuk gabung punya Ummart itu seperti apa?
Jadi soal itu kita masih formulasikan.

Karakternya apakah pada usia yang cukup untuk dilatih?
Jumlah, jumlah, jumlah, santri itu kan ada yang dari SMA ada SMP mungkin ada juga ada juga dari SS, tapi kan kebutuhan santri itu kan contoh beli beras kan tidak ada batasan usia semua butuh beras, semua butuh sabun baik semua usia butuh sabun. Jadi yang dititik beratkan itu bukan di usia tapi di jumlah.

Lebih lengkapnya bagaimana kalau ingin punya Ummart di pesantren?
Pertama kalau dia pengin, dia bisa menghubungi teman-teman BPD Jawa Timur

Kenapa harus Jawa Timur?
Indonesia oke, itu tahap kedua nasional. Itu yang pertama saya bicarakan itu adalah basis utama kita yaitu timur.

Jadi di Jawa Timur dulu?
Iya Jawa (Timur) dulu.

Saya mau punya Ummart nih saya harus bagaimana dan harus mengajukan apa?
Jawa dulu Jawa itu, kita melakukan pendataan BPC-BPC itu melakukan pendataan kepada pesantren di seluruh kita dan Kabupaten masing-masing, jadi kita melakukan pendataan. Setelah kita melakukan pendataan kita verifikasi teknisnya mana yang memenuhi syarat atau tidak sudah barang tentu syarat dan ketentuan itu ada kriteria. Nah kriteria itu adalah jumlah santri siswa yang jelas di atas harus di atas 1.000 santri

Kan jumlah pondok pesantren di Jawa Timur itu 13.500, dari situ kan tidak semua memenuhi syarat untuk Ummart itu masuk, ya mungkin karena jumlah santrinya, lokasinya ya.

Kenapa namanya harus Ummart? Umat kan identik dengan Islam dan ini di pesantren?
Kita nggak apa-apa, why not, karena santri itu kan identik dengan Islam, tapi konotasi itu lebih identik dengan Islam, mart itu saya ambil dari nama-nama besar seperi Alfamart, Indomaret. Saya nggak ingin mengkotak-kotakan ada alumni ini itu. (ara/ang)

ummart
pesantren

disadur dari : https://finance.detik.com/wawancara-khusus/d-3976316/pengusaha-muda-beberkan-alasan-bangun-umat-mart-di-pesantren

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>