Kursi Kereta Disebut Mirip Metromini, Ini Kata MRT

Kursi Kereta Disebut Mirip Metromini, Ini Kata MRT Penampakan kursi MRT yang disebut mirip jok Metro Mini (Foto: dok. MRT)


0


0


0

Jakarta -
Foto-foto penampakan kereta mass rapid transit (MRT) yang bakal beroperasi pada Maret 2019 mulai dipamerkan di Instagram MRT Jakarta. Namun pengguna media sosial menyebut kursi MRT seperti kursi Metro Mini.

“Duh, bangku nya kek Metromini. Pasti keras. Yah gak nyaman deh naiknya. Huhu,” tulis akun adityya_duta.

Komentar akun Adityya_dutta itu langsung mendapat beragam komentar dari netizen. Ada yang sepakat kursi tersebut seperti kursi metromini, namun tak sedikit pula yang menyebut kursi itu merupakan standar MRT.

“Iya bner.. KRL pake bantalan nah ini koq kaya maaf metromini ya,” tulis akun kang_azz.

“Standar begitu. New York subway lebih parah,” kata akun rajaacide.
Penampakan MRT dari luar Penampakan MRT dari luar (Lamhot Aritonang/detikcom)Baca juga: LRT Jabodebek Akan Terhubung MRT, KRL, hingga Kereta BandaraLantas apa tanggapan MRT ketika kursinya disamakan dengan bangku Metro Mini?

“Saya nggak mau masuk ke polemik itu, bahan kami fiber. Mau sama-sama Metro Mini, nggak ada alasan, mau bahannya sama ya sama. Tapi kan pendekatan kita ke pemeliharaan lebih mudah dan murah,” kata Corporate Secretary PT MRT Tubagus Hikmatullah ketika dihubungi, Selasa (17/4/2018).

Hikmat membenarkan kursi-kursi yang digunakan di kereta MRT berbeda dengan kursi di kereta commuter line (KRL) yang menggunakan busa. Hikmat menyebut salah satu alasannya adalah bahan fiber lebih mudah dibersihkan dan dirawat.

“Jadi begini, itu bahannya terbuat dari fiber. Jadi fiber itu alasannya lebih murah dan mudah untuk pemeliharaannya. Kalau seperti yang di KRL itu dari bahan biasa. Kalau fiber, saat ada kerusakan, yang diganti hanya satu bangku, jadi lebih mudah dan lebih murah,” urainya.

Baca juga: MRT Jakarta Punya 5 Masinis Wanita, Usia 21-24 Tahun
Selain itu, warna kursi di kereta MRT jadi sorotan. Warna biru tua di kursi prioritas dan biru muda di kursi biasa dianggap mirip. Ketika disinggung soal hal itu, Hikmat menyebut tak ada alasan khusus dalam pemilihan warna. Itu merupakan karakteristik MRT.

“Ya memang untuk memudahkan teman-teman disabilitas. Alasannya untuk membedakan saja, masing-masing operator punya cara masing-masing untuk membedakan itu. Cara kami seperti itu,” katanya.

Baca juga: MRT Bisa Angkut 1.800 Penumpang Sekali Jalan
Perbedaan lain, selain kursi antara MRT dan KRL, adalah tempat menaruh barang. Kereta MRT tak memiliki tempat menaruh barang karena jarak tempuh yang relatif lebih pendek dibanding perjalanan KRL.

“Luasnya (MRT), belokannya, sama dengan commuter line. (MRT) nggak ada tempat tas. Sebetulnya kan kita cuma 16 km, jadi perpindahan manusia antarstasiun cepat. Jadi nggak perlu tas ditaruh ke atas. Misalnya waktu jarak tempuh dari Lebak Bulus ke Bundaran HI saja hanya 30 menit, kan,” jelasnya.

Sekilas kami bahas di IG story minggu lalu perihal bangku prioritas yang bewarna biru tua dan bangku reguler yang bewarna biru muda. Memang sekilas mata warna biru ini tidak jauh beda. Tapi ada nih perbedaan ruang atau kursi prioritas yang paling mencolok, yaitu pegangannya. Ya, pegangan atau hand strap pada ruang dan kursi prioritas bewarna kuning mencolok dan diposisikan lebih rendah dari hand strap biasa. Jadi setiap kamu duduk atau berdiri dan melihat di depan kamu ada hand strap bewarna kuning itu artinya kamu sedang berada di ruang prioritas, yuk saling sadar dan mengingatkan akan hak penumpang prioritas di dalam kereta. #MRTJakarta #UbahJakartaA post shared by MRT Jakarta (@mrtjkt) on Apr 16, 2018 at 5:49pm PDT

(ams/imk)

mrt jakarta

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1508920120820-0′); });

disadur dari : https://news.detik.com/berita/d-3976362/kursi-kereta-disebut-mirip-metromini-ini-kata-mrt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>